Thalassaemia : Tidak Bisa Sembuh Tapi Bisa Dicegah

Thalassaemia berkembang menjadi masalah serius, khususnya  di Indonesia.Penderitanya harus rutin melakukan transfusi darah untuk melanjutkan hidupnya.Meskipun belum ada obatnya, ternyata penyakit ini bisa dicegah, bagaimana caranya ?

Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa tanggal 8 Mei diperingati sebagai Hari Thalassaemia Sedunia.bahkan tidak masyarakat yang mengenal thalassaemia, dan tidak menyadari bahwa diri dan keluarganya mengidap thalassaemia karena gejalanya hampir sama dengan gejala kekurangan darah atau anemia yakni lemah, letih  dan lesu.Padahal dampak yan ditimbulkan penyakit ini sangatlah serius.Jika tidak tertangani dengan baik, ajalpun akan tiba lebih cepat, seburuk itukah ?

Secara umum thalassaemia merupakan bentuk kelainan genetik yang menyebabkan terganggunya produksi haemoglobin, sebuah protein yang ada di dalam sel darah merah.Penderita thalassaemia memiliki sel darah merah yang mudah rusak atau umurnya lebih pendek ( 23 hari ) ketimbang sel darah normal ( 120 hari ), sehingga penderita akan mengalami anemia.

Thalassaemia bukanlah penyakit menular, tapi dapat diturunkan ( genetik ), berdasarkan cara penurunannya ( hereditas ), thalassaemia dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :

Thalassaemia Trait ( thalassaemia minor )

Keadaan ini terjadi pada seseorang yang sehat, namun ia dapat menurunkan gen thalassaemia pada anak-anaknya.Thalassaemia trait sudah ada sejak lahir, dan tetap ada sepanjang hidup penderita.Meski kadang-kadang ada gejala anemia, penderitanya bisa hidup sehat dan tidak memerlukan transfusi darah sepenjang hidupnya.

Thalassaemia Mayor
Ini terjadi bila kedua orang tua mempunyai pembawa sifat thalassaemia.penderitanya memerlukan transfusi darah secara berkala seumur hidupnya.Apabila penderita thalassaemia mayor tidak dirawat, maka hidup mereka biasanya hanya bertahan 1-8 tahun.

Thalassemia Intermedia
merupakan kondisi antara thalassaemia mayor dan minor.Penderita thalassaemia intermedia mungkin memerlukan transfusi darah secara berkala.Penderita dapat bertahan hidup sampai dewasa.

Apakah Thalassaemia Dapat Diobati ?
Hingga saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit thalassaemia secara total.hal yang bisa dilakukan penderita thalassaemia, khususnya thalassaemia mayor, adalah dengan melakukan transfusi darah secara teratur sepanjang hidupnya untuk menjaga stamina dan kesehatannya.Biasanya transfusi dilakukan sekali dalam empat minggu.

Bagaimana mencegah Thalassaemia ?
Beban yang harus ditanggung oleh penderita thalassaemia mayor memang sangat berat.Seumur hidup ia harus menjalani transfusi darah dan pengobatan.Rata-rata penderita thalassaemia menghabiskan dana sekitar 7-10 juta per bulan hanya untuk pengobatan.Jumlah tanggungan sebesar itu tentu sangat berat, terutama bagi keluarga yang kurang mampu.

Untuk menjamin biaya pengobatan pasien thalassaemia, pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI No.1109/Menkes/Per/2011, menjamin pasien thalassaemia memperoleh jaminan pelayanan kesehatan thalassaemia, atau Jampelthas.Dimana penderita akan diberikan kartu jamina dari Yayasan Thalassaemia Indonesia ( YTI ) dan pasien pemegang kartu Jampelthas boleh mendapat transfusi darah gratis setiap bulan dan mendapat pengobatan thalassaemia.

Namun demikian, upaya penanganan thalassaemia sejatinya tidak boleh berhenti pada upaya-upaya kuratif dan pembiayaan saja.Langkah-langkah pencegahan dan pengendalian risiko thalassaemia yang lebih sistematis juga perlu diupayakan.

Pengendalian risiko dapat dimulai dari penderita thalassaemia trait.Untuk mencegah terjadinya keturunan yang menderita thalassaemia, hindarilah perkawinan sesama pembawa sifat thalassaemia.

Artikel yang wajib Anda baca :

Mudah-mudahan Angka penderita Thalassaemia di Indonesia dapat diturunkan secara signifikan, melalui pengendalian risiko thalassaemia dengan cara ” menghindari perkawinan antara sesama pembawa sifat thalassaemia ” semoga bermanfaat .

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s